Minggu, 03 Februari 2013

SEAL WITH A KISS 7 - END


Resha berjalan menuju halaman kampus bersama Chacha yang masih saja menyatakan ketidakpercayaannya mengenai Resha yang dengan sukses mengubah playboy paling wahid menjadi semanis anak anjing, padahal sudah sebulan berlalu. Chacha mengomel panjang lebar ketika menceritakan apa yang terjadi, tapi secara keseluruhan dia turut bahagia untuk Resha. Dan sama seperti Chacha, Resha pun tidak percaya bahwa dirinya kini berpacaran dengan cowok paling diminati di kampus. Yang sekarang menjadi pacar paling manis di dunia.
            Max bersikap begitu manis dan perhatian, mengimbangi sikap posesif dan over protectifnya yang kadang menyebalkan. Tapi Resha mengerti semua itu dilakukan Max tanpa sadar. Hal ini, perasaan sayang yang mereka rasakan ini, masih baru bagi mereka. Dan mereka berusaha untuk membiasakan diri.
            “Nah, ini dia si Playboy Kasmaran,” gumaman Chacha menarik Resha kembali ke realitas.
            Resha menatap ke depan, melihat Max tengah berjalan cepat ke arahnya dengan Rey yang menyusul di belakangnya. Seringaian Rey menunjukkan betapa gelinya cowok itu melihat kelakuan Max.
            “Sorry, gue telat. Tuh dosen kalau udah ngoceh bisa lupa waktu,” kata Max saat ia tiba di hadapan Resha. Cowok itu mencium pipi Resha dan menyapa Chacha, yang dibalas dengan sebuah cibiran.
            “Gue juga baru keluar kok,” kata Resha.
            “Hari ini mau ke mana? Perpustakaan buat cari data? Atau ke toko buku? Skripsi lo nggak ada masalah kan?” berondong Max sambil mengambil alih bawaan Resha.
            Resha tersenyum, melirik Rey yang memutar bola matanya ke atas, lalu ke arah Chacha yang kembali mencibir. “Semua baik-baik aja kok,” sahutnya.
            “Ingatkan gue untuk nggak berurusan sama playboy tobat,” gumam Chacha keras, ketika ia menyusul Max dan Resha.
            Rey mengalungkan tangannya di bahu Chacha. “Kalau sama gue juga nggak mau?” godanya.
            Chacha menatap Rey dengan tatapan seolah cowok itu sudah gila, lalu menepiskan tangan Rey. Rey terkekeh dan berjalan menyusul Chacha. Terpikir olehnya kehidupan Max sekarang mungkin tidak terlalu buruk. Godaan untuk mengubah gaya hidup menggelitiknya. Pasti akan sangat menyenangkan mencari cewek yang tahan menghadapinya tanpa mengeluh sedikit pun. Rey tanpa sadar menatap punggung Chacha yang berjalan di depannya. Sebuah senyum geli tampak di wajahnya. Ngapain mencari jauh-jauh? Targetnya mungkin ada di hadapan matanya, baik secara kiasan ataupun secara harfiah.
            Menyadari tantangan apa yang ada di hadapannya membuat Rey tertawa kecil. Dan rupanya Chacha mendengar tawa itu. Cewek itu menoleh ke balik bahu dan menatap Rey dengan kening berkerut. Rey mengedipkan sebelah matanya ke arah Chacha dengan menggoda, membuat cewek itu mendengus dan melanjutkan langkahnya sambil bersungut-sungut.
            Ya, pasti menarik, batin Rey. Ia menyusul sambil bersiul riang.

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar