Kamis, 01 Maret 2012

Cerpen : YOU AND I

YOU AND I


YOU AND I #1
Pesta prnikahan slalu mmbuat Andreas mrasa bosan apalagi kalau nggak ada orng yg dkenal'a. Andreas sudah ngbet pingin pulang, kalau saja tdak ingat tugas'a mnemani kakak smata wayang'a, Diana, yg mnghadiri pernikahan teman'a itu.
Andreas brdiri d dkat meja prasmanan sambil mmainkan gelas mnuman'a. Mnatap ke skeliling ruangan yg dpakai tmpat resepsi itu. Betul2 gag ada yg dkenalnya, pikir Andreas. Dia mnyesap mnuman'a smbil mnerawang.
Haaah, apes bangt nasib'a. Malam mnggu bgini malah pergi kondangan. Bukan'a hang out breng tmn2nya. Hey, Andreas bru 18tahun! Masih muda dan suka brmain2. Masa malah prgi kondangan? Mana harus pakai baju formal pula. Ditambah lagi, Diana mninggalkan'a trkatung2 sndirian!!
Andreas tak henti2nya mnggerutu. Entah soal musik'a yg slow, suasana bising obrolan ibuk2 yg hadir, dan msih bnyak lgi yg ia jdikan bahan lampiasan kekesalan'a. Gerutuan Andreas trhenti ktika ia mrasa punggung'a ditabrak. Andreas brbalik, siap mluapkan kmarahan'a pda siapapun yg mnabrak'a. Tapi..tak ada yg kluar dari mulut'a.
''Maaf ya, aku buru2.. Gag sngaja, sumpah!''kata Cewek yg mnabrak Andreas itu cepat2. Wajah'a cute, dgn mata agak sipit, rambut'a yg hitam panjang dbuat sdikit ikal di ujung2'a, serta kdua lesung pipi yg slalu mncul tiap gadis itu bcara.
Musik seolah brhenti, obrolan, bahkan waktu dsekitar Andreas jdi brgerak lambat ketika itu. Dia trtegun mmandangi gadis ddpan'a itu. Andreas masih tdak bsa brkata2, bahkan mngedip pun tdak, ktika cewek itu mnatap bingung padanya dan kmudian pergi. Andreas sketika trbangun dri beku'a dan mncari2 cewek itu. Sayang ia tdak mnemukan'a. Andreas celingukan. Mncari2 cewek yg smpat mmbuat degup jantung'a brhenti brdetak itu. Tapi biarpun Andreas sdh mncari'a kmana2, dia ttap tak mnemukan cewek itu.
Mungkin sdh pulang, pikir Andreas kecewa. Dia keluar dri ruangan resepsi, namun ttap tak ada tanda2 kberadaan cewek itu. Dengan pasrah Andreas kembali dan langsung dihampiri oleh Nadia.
''Yas, kmu kmana aja tadi? Kakak cari2in juga,''kata Nadia.
''Kak, lihat cewek gag?''tanya Andreas
''Cewek yg mana? Disini ada bnyak, Yas,''kata Nadia bingung.
''Cewek, cantik, rambut'a panjang, pakai baju terusan biru, matanya agak sipit dan ada lesung pipit'a!!''kata Andreas scara mndetail dan tdak sabaran.
Nadia mnggeleng. ''Terlalu umum. Teman kamu?''tanya kakak'a.
Sekarang giliran Andreas yg mnggeleng. Sial, ia bahkan nggak tau nama cewek itu! Bodoh, bodoh, bodoh! Ia mmaki2 dirinya sndiri. Pertama kali'a ia mnemukan seorang cewek yg mmbuat'a khilangan kata2 dan jantung'a brhenti brdetak, tapi malah ia lewatkan bgtu saja. Andreas mndesah. Andai ia bisa brtemu cewek itu lagi..

***

Reena mnerobos tamu2 yg mmadati ruangan resepsi itu. Ia mnyelip sana sini krna Jimmy, kakak spupu'a yg lbh tua 6tahun dari'a itu, sudah mnunggu'a di loby hotel. Ia datang ke resepsi itu brsama Jimmy, krna Jimmy adalah teman dkat si mempelai pria. Dan Jimmy mngajak Reena brsama'a.
Karena trburu2, Reena menabrak punggung seorang cowok yg brdiri mmblakangi meja prasmanan. Cowok itu brbalik dan tampak marah pda awal'a, tapi entah kenapa ia tdk marah. Reena pun mmanfaatkan ksmpatan itu untuk mnta maaf. Bahkan stelah itupun cowok itu masih juga diam. Cowok aneh, pikir Reena dan mninggalkan cowok itu. Toh dia sdh mnta maaf tapi tak dgubris kan?
Ssampai'a di loby, Reena lngsung disambut oleh prtanyaan Jimmy.
''Lama bgt. Ngapain aja sih?''
''Tadi aku udah buru2. Malah sampai nabrak orang sgala! Tapi lucunya ya, pas aku kira dia bakal marah2, trnyata dia cuma bengong. Jdi aku mnta maaf dan lngsung pergi,''kata Reena mnceritakan kjadian lucu yg ia alami tadi.
Kedua'a mnuju mobil yg sdh trparkir d dpan hotel. Jimmy mmbukakan pintu untuk Reena dan mmutar ke sisi pengemudi. Reena sdng mmasang sabuk pengaman ktika Jimmy brtanya.
''Cowok??''tanya Jimmy curiga
''He'eh!''sahut Reena mngangguk. ''Kayka'a seumuran aku, tpi mngkin lbh tua juga,''tambah Reena.
''Alah, paling juga trpesona sama kmu,''sahut Jimmy
Mobil pun mlaju mmecah keramaian lalu lintas malam itu. Reena mnimbang2 kembali. Terpesona? Kelihatan'a cuma kata itu yg cocok mnggambarkan ekspresi aneh cowok itu. Habis Cowok itu sampai trpaku bgtu.
Kalau Reena ingat2, wajah cowok itu juga tdak bsa dibilang jelek. Cakep malah. Dengan rambut jabrik, hidung mancung aristokrat, dan mata teduh'a itu. Gaya'a juga keren. Meskipun tampil formal, ia kelihatan keren dan tetap gaul. Mski dsekeliling'a kbnyakan orang2 yg lebih tua dan juga yg brumur, cowok itu ttap terlihat berbeda. Hmm, sayang Reena tdak tau nama'a. Habis cowok itu tak bcara spatah katapun sih. Mungkin gag ya mreka ketemu lagi...batin Reena.

YOU AND I #2
Sbulan telah berlalu. Andreas ttap tak mngetahui siapa cewek yg mmbuat hati'a brdebar2 itu. Ia masih trbayang2 wajah Cewek itu. Kalau dulu ada yg brtanya apakah ia percaya dgn cinta pada pandangan prtama, dia pasti akan trtawa dan mngibaskan tangan'a. Tapi skarang Andreas prcaya 100%. Krna cuma itu yg bsa mnggambarkan keadaan'a.
Sejak awal SMA, Andreas sdh masuk ke SMA putra. Otomatis ia jarang berinteraksi scara langsung dgn cewek. Kalaupun iya, itu pasti saat pulang skolah. Krna SMA Putra brsebelahan dgn SMA Putri. Gosip'a dulu kdua skolah itu adalah sbuah skolah campuran. Tapi krna ada perselisihan yg trjadi antara para petinggi di skolah itu, maka akhir'a skolah trsebut dipisahkan. Namun demi ketertiban blajar, skolah itu ttap brdampingan. Dengan sbuah tembok raksasa stinngi tembok Berlin yg mmisahkan kdua skolah itu.
''Yas, kmu sbnar'a knapa sih? Akhir2 ini kamu klihatan muraaam terus. Ada apa sih?''tanya Anthony, salah satu tman baik Andreas.
''Bukan muram, tapi suram!''sahut Andreas
''Yaelah, jgn2 kmu msih kpikiran Cewek itu ya? Udah sebulan lho, Yas!''kata Anthony tak prcaya.
''Mau sebulan kek, stahun kek, aku gag peduli! Kamu gag ngerti prasaan orang yg brtepuk sbelah tangan!''sahut Andreas jengkel.
''Ah, berlebihan! Nyerah aja deh! Udah sebulan tapi kamu gag prnah mnemukan cewek itu kan? Kalau bukan gag jodoh, apa lagi?''
Andreas manyun mndengar logika Anthony. Mmang sudh sbulan brlalu dan Andreas gag prnah brtemu cewek itu lgi. Tapi hati Andreas blm mau mnyerah. Ia yakin suatu saat akan brtemu lgi dgn Cewek itu.
Pulang skolah, Andreas, Anthony dan David pergi makan di Mall. Mreka mau mnghibur diri di time zone atau sekedar nongkrong2. Syukur2 dpat kenalan cewek cantik,hehe
Andreas sangat mmerlukan pengalih perhatian. Agar ia tidak mmikirkan Cewek itu lgi. Dan mnurut teman2nya, cuci mata di Mall adalah salah satu cara'a.
Ktiga'a asik makan dan saling mnggoda. Bikin restoran yg sdh bising tambah bising. Dan hal itu benar2 mngalihkan pikiran Andreas hingga ia tak mnyadari dua orang cewek yg baru sja kluar dri restoran itu.

***

Reena dan Anggie jalan2 di Mall spulang skolah. Masih mngenakan seragam skolah yg mreka tutupi dgn jaket. Reena brjalan kluar restoran brsama Anggie. Soal'a Vicky, kakak Reena yg lbh tua 3 tahun itu, sudh mnunggu'a di parkiran.
Reena smpat trtarik dgn kributan di meja pojok blakang. Tmpat sgerombol cowok2 duduk dan bicara dgn volume suara yg keras. Reena mnggeleng pasrah, bicara kok kayak di rumah sndiri, pikir'a.
''Lihat deh, Ree. Cowok2 itu brisik bgt deh,''komentar Anggie.
Reena mngangguk. ''Itu seragam SMA Putra kan?''tanya'a
''Eh, iya, ya?! Ihh, untung kita nggak satu skolah sama mreka. Pasti deh bakal rusuh tiap hari,''kata Anggie.
''Begitulah para cowok,''kata Reena.
Kalau nggak brisik bukan cowok nama'a, batin Reena. Kakak'a, Vicky, juga sering mmbuat ricuh kalau sdh brkumpul dgn Jimmy, Reyhan (sepupu Reena yg lain yg cuma beda stahun diatas Reena), Yogi (adik spupu Reena), dan juga Choky (Adik'a Jimmy yg seumuran dgn Vicky. Cowok2 iitu bahkan prnah bikin seisi rumah jengkel hingga akhirnya para biang onar itu dilempar keluar rumah. Tapi biarpun sdh dtendang keluar, cowok2 itu ttap bsa brsenang2. Dan satu hal yg paling mreka nikmati adalah mnjaga ketat Reena dri incaran 'serangga2 pengganggu' yg mndekat. Tak heran jika Reena tak prnah punya pacar. Tiap ada cowok yg ingin mndekat, bgtu melihat para bodyguard'a, langsung mndur teratur!
Eh, tapi tunggu. Reena sperti mngenal salah satu dri mreka. Sambil brjalan kluar, ia mmperhatikan lbh seksama. Mngingat2 knapa rasanya salah satu cowok itu tdak asing bagi'a.
Oh! Reena ingat! Itu Cowok Aneh yg Reena tabrak saat di pesta resepsi! Reena tdak mngkin salah ingat. Ingatan'a sangat tajam. Jadi ia yakin cowok itu adalah orang yg sama. Rupanya cowok itu brsekolah di SMA Putra? Astaga, betapa sempit'a dunia ya? Reena trsenyum2 sndiri. Sebulan ini ia bgtu pnasaran ttg cowok itu. Siapa sangka trnyata mreka brada bgtu dekat? Takdir kadang memang lucu..
YOU AND I #4
''Wiiihhh, lihat cewek2 barusan?''celetuk David tiba2.
''Cewek2 yg mana??''Anthony lngsung clingukan
''Itu, yg barusan kluar dri tmpat ini,''kata David
Anthony mmanjangkan leher'a untuk melihat melalui atas kpala orang2 yg makan d tmpat itu. Andreas pun ikut2an mmutar tbuh'a demi melihat cewek yg dimaksudkan oleh David. Mata Andreas mncari2 smntara telinga'a mndengarkan deskripsi David ttg cewek yg dilihat'a. Ujung mata Andreas mnangkap sosok cewek yg mirip dgn yg dgambarkan oleh David. Ia mmicingkan mata'a. Dan cewek itu mnoleh ke samping sbelum mnghilang d antara brbagai macam prtokoan. Ia spontan brdiri. Andreas mngucek2 mata'a, mmastikan kalau ia tdak salah lihat. Astaga, nggak salah lgi!! Itu mmang dia!
Andreas lngsung brgegas mngejar cewek itu. David mmanggil2nya, bgtu juga Anthony. Smntara David brkutat dgn dompet'a dan mmbayar makanan mreka, Anthony sdh mngejar Andreas dan brhasil mncegat'a.
''Woi, kmu knapa sih, Yas??''tanya Anthony
''Itu dia, Thon! Itu cewek yg kau critakan ke kalian! Dia tdi disini!''kata Andreas tdk sabar dan trus mncari2. ''Vid, kmu lihat muka'a kan??''tanya Andreas pda David ktika cowok itu brgabung.
''Dari samping doank, Yas,''kata David ngos2an. ''Itu cewek yg lo maksud?? Wiih,,emang cantik ya,''kata David lgi
''Iya! Aku yakin itu dia! Sial, kmana dia pergi?''
Andreas terus mncari2, namun bayngan cewek itu pun tak trlihat lgi. Andreas mngumpat. Untuk kdua kalinya dia kehilangan cewek itu. Padahal dia sdh sangat bgtu dekat. Sekejap Cewek itu ada ddpan matanya, skejap kmudian ia mnghilang tnpa jejak.
Anthony mnepuk pundak Andreas. ''Udahlah, Yas. Kalau memang jodoh pasti ketemu lagi,''hibur'a.
Pundak Andreas trkulai lemah. Ia mndesah. ''Aku udah dua kali kehilangan dia, Thon,''kata Andreas. ''Mustahil ada kebetulan kayak gni lgi.''
''Yee, dia pesimis,''kata David. ''Yas, kalau dia mmang jdohmu, kalian pasti ketemu. Buktinya kmu tdi lihat dia kan?''
''Dan mau km khilangan dia dua kali, tiga kali, atau empat kali, ujung2'a psti akan ketemu!''timpal Anthony
''Dan yg lebih penting, kmu jdi tau kalau dia msih ada d kota yg sama dgn kita!''kata David
Andreas mau tak mau trsnyum mlihat perhatian teman2nya. ''Ya, kalian ada benar'a. Thanks,''kata Andreas
''You're wellcome,''sahut David dan Anthony
Yah, mngkin kali ini Andreas khilangan jejak Cewek itu lgi. Tapi lain kali, Andreas takkan mau mlepaskan Cewek itu.

***

Reena trsenyum2 sndiri saat mngingat prtemuan pertama'a si Cowok Aneh, bgtu ia mnyebutnya.masih trbayang oleh'a bgaimana reaksi Cowok itu ktika prtama kali mlihat'a. Kalau tdak trpesona, minimal Reena akan mnyebut'a trtegun. Lucu bget. Reena mnatap cermin kecil dtangan'a dgn bangga. Hmm, aku mmang manis, pikir'a. Ia mmiliki wajah oriental sperti Papa'a, senyum manis mirip Mama yg dulu'a seorng model trkenal. Wajar kan kalau cowok itu tak mampu brkata2? Reena trkikik sndiri.
Coba kalau cowok itu tdak hanya bengong. Pasti saat ini mreka sdah brkenalan. Sayang sekali, dua kali prtemuan tak trduga, namun tak prnah brkenalan.
''Knapa senyum2, Ree?''tanya Vicky yg msuk ke dapur, mnatap Reena yg duduk smbil trsnyum2 di kursi meja makan.
Reena mndongak. ''Siapa? Nggak kok,''sahut'a, tapi jlas brlawanan dgn snyum d wajah'a.
''Nah, tuh masih senyum,''kata Vicky. ''Ada hal yg bikin senang ya?''
Reena trtawa dan mnceritakan prtemuan kduanya dgn si Cowok Aneh. Reena yakin Vicky sdah mndengar crita prtmuan prtama'a dari Jimmy, jdi Reena lngsung saja mncritakan ttg kjdian siang tadi. Reena sering brtanya2 bgaimana kakak'a dan para spupu2 laki2'a brbagi informasi. Trutama mngenai Reena. Tak ada rahasia Reena yg tdak dketahui oleh para cowok itu. Reena tdak bsa mmbayangkan bagaimana mreka brkumpul di satu tempat dan mnggosipkan'a diam2! Atau mungkin mmbuat sbuah aliansi dan saling brtukar informasi mngenai Reena. Mreka sperti agen yg mmata2i Reena dan mlindungi'a entah dri hal apa.
''Kmu suka cowok itu?''tanya Vicky, kening'a brekerut dan trdengar protective. Yah, wajar aja sih. Adik smata wayang gitu loh!
Reena mmainkan sjumput rambut'a. ''Nggak juga sih.. Cuma penasaran aja. Apalagi dia trnyata anak SMA Putra. Brarti dunia ini mmang sempit ya?''
''Vicky mngambil mnuman dri dalam kulkas dan mnenggak'a banyak2. ''Brarti kesempatan brpapasan lebih tinggi,''komentar Vicky
''Mana bisa? Kan skolah aku pulang satu jam lebih awal ktimbang mreka,''sahut Reena.
''Berarti kmu mmang mau ketemu dia kan?''
Reena mngerucutkan bibir'a dgn lucu. ''Sedikit,''aku'a malu2.
Vicky mnenggak air lebih bnyak ktika mngetahui adik ksayangan'a sdh mulai trtarik pada cowok! Seperti biasa, insting protective'a sbg seorang kakak merasa tdak senang. Bagi Vicky, Reena msih adik kecil'a yg lugu, tak pduli bahwa umur Reena sdh 17thun.
''Asal kamu jaga diri aja. Jangan sampai trmakan rayuan2 gombal cowok yg tdak benar. Apalagi kmu tdak trlalu kenal dgn cowok itu,''kata Vicky panjang lebar
''Iya, Reena tau kok! Reena kan udah gede, kak!''kata Reena. ''Ngomong2 kakak mau kmana sih? Kok udah rapi?''tambah Reena ktika mnyadari pnampilan Vicky yg sudah rapi.
''Mau ke rumah Nadia,''sahut Vicky singkat
''Siapa?? Pacar kakak??''seru Reena semangat. Kakak'a sdh 21 tahun dan setau Reena, kakak'a blm pnya pcar sjak ptus dgn pacar trakhir'a 6bulan yg lalu. Kakak'a kan ganteng, pintar dan juga populer. Reena yakin cewek yg dipilih kakak'a pasti sangat istimewa.
''Iya, pacar kakak. Bru jalan 2bulanan,''kata Vicky.
''Kok gag dikenalin sama Reena ???''tanya Reena merajuk.
''Lain kali kakak kenalin,''kata Vicky dan menghampiri Reena. Vicky mncium kdua pipi Reena.
''Kakak pergi dulu ya,''kata Vicky. Lalu mngacak rambut Reena dgn sayang. ''Jaga rumah! Nanti Yogi dan Reyhan kesini,''kata Vicky sebelum pergi.
''Siip Bos!!'' kata Reena dan melambai riang. Hmm, dia pnya waktu brsenang2 kurang lbh satu jam sblm kdua spupu'a itu 'berkunjung'. Yang artinya 'awasi Reena jangan sampai macam2'. Reena pun pergi ke kamar'a. Mmpersiapkan apapun yg bsa ia lakukan untuk mmbuat Yogi dan Reyhan takkan tega mnahan'a drumah semalaman..

YOU AND I #5
Bel pintu brbunyi dua kali, diikuti oleh teriakan Nadia yg mnyuruh Andreas untuk mmbukakan pintu. Andreas juga tau tanpa dsuruh2. Jadi dgn malas ia bangkit dari sofa dan brjalan ke pintu. Mmbukanya dan brhadapan dgn seorang cowok yg mnurut Andreas mirib celeb itu. Cowok itu trsenyum sopan padanya. Hmm, pasti ini yang bikin kakak'a brdandan abis2an. Andreas lalu mmpersilakan cowok itu masuk dan mngajak'a ke ruang tamu. Ia mnjelaskan kalau Nadia masih di kamar.
''Kamu pacar'a Nadia ya?''tanya Andreas, setelah mmpersilakan cowok itu duduk.
Cowok itu mmajukan tubuh dan mngulurkan tangan. ''Aku Vicky. Kamu pasti adik'a Nadia, dia udah crita bnyak soal kamu,''kata Vicky.
''Aku Andreas. ''Dan ya, aku adik semata wayang'a Nadia. Melihat kamu, gag heran kakakku dandan dritadi,''kata Andreas dan nyengir.
''Bukan'a sudah kbiasaan cewek?''balas Vicky dan mnyeringai.
Kdua'a trtawa. Andreas lngsung mrasa akan mnyukai Vicky.
''Kalian mau ngedate?''tanya Andreas
Vicky angkat bahu. ''Nadia mau ke toko buku,''kata Vicky
Mreka kmudian mngobrol sambil mnunggu Nadia. Trnyata obrolan mreka sangat nyambung. Dan dari obrolan singkat itu Andreas jdi tau kalau Vicky pnya seorng adik perempuan dan Vicky sangat protectif padanya. Terlebih, adik Vicky yg brnama Reena itu brsekolah di SMA Putri. Andreas kaget juga mndengar'a. Nggak mnyangka dunia bgtu sempit.
''Dia mudah dkenali kok. Stidak'a mnurutku dia manis dan juga ramah. Dan dia gampang brgaul dgn siapa aja. Gag heran bnyak cwok2 aneh yg mndekati'a,''kata Vicky stengah mndesah. ''Mungkin kalian prnah papasan,''kata Vicky mnambahkan smbari trsenyum tipis.
''Bisa aja,''sahut Andreas
Nadia datang dan duduk di pegangan sofa yg diduduki Andreas. Ia melempar snyum manis pda Vicky.
''Reena cantik lho, Yas. Kakak prnah lihat foto'a. Kalau kamu lihat juga, mungkin kamu akan lngsung jatuh cinta dan siapa tau mlupakan Cewek itu kan,''kata Nadia.
Andreas cuma nyengir. Nadia slalu ingin mmbuat'a lupa pda Cewek Impian'a itu. Krna mnurut Nadia, itu tdak baik bagi Andreas. Tapi Andreas tdak mngatakan apa2.
Bgtu Nadia dan Vicky pergi, Andreas lngsung mnggerutu. Enak aja mau mnjodoh2kan'a. Andreas cuma cinta sama Cewek itu! Yang lain lewat! Biar kata Si Reena itu cantik'a kayak Britnet juga Andreas tdak trtarik. Hati'a sdah trlanjur ia berikan buat Cewek itu. Biarpun hingga kini Andreas belum mngetahui siapa Cewek itu. Tapi Andreas tdak mau mnyerah bgtu saja. Meskipun harus merelakan banyak waktu untuk mncari, bnyak pengharapan akan brtemu lagi, Andreas ttap brusaha optimis. Tapi, bagaimana kalau Cewek itu sdah pnya pacar? Tba2 pikiran itu mmbuat Andreas ngeri.
Astaga! Ia bahkan tdak kepikiran hal itu! Bagaimana kalau slama ini ia mncari2 sementara Cewek itu sdah pnya pacar?? Bgaimana kalau smua yg ia lakukan sia2?
'Bagaimana kalau Cewek itu bnar punya pacar?'bisik hati kecil'a
Ah, nggak, nggak, harus positif. Pasti kecil kmungkina dia sdah pnya pacar, sangkal Andreas
'Yang benar' terus waktu pesta itu dia datang dan pulang dgn siapa?'hati kecil'a msih tak pasti
''Pasti naik taksi!!''seru Andreas tdak sadar.
Andreas lgi2 brdebat dgn diri'a sndiri. Namun kmudian rasa optimis'a yg menang. Andreas mnolak brpikir negatif. Ada banyak jalan ke Roma. Pasti ada bnyak cara yg bsa ia lakukan agar bisa mnemukan cewek itu.
Andreas lalu mngambil telpon di samping sofa dan mnghubungi kedua sohib'a. Menyuruh kdua'a datang kerumah'a dan mnghabiskan malam itu dirumah'a. Entah main PS3 atau apa, yg penting ia tdak sndirian dan jadi gila krna pikiran2 laknat'a.
Dan tentu saja tawaran'a diterima dgn sukacita oleh David dan Anthony, krna kdua teman'a itu adalah Jojoba sejati..

YOU AND I #5
Reena mnunggu jemputan Reyhan. Ia mnunggu ddpan gerbang skolah'a smbil duduk d bangku kios pnjual bakmi yg mangkal disitu. Reena mengecek jam di tangan'a, sdah pukul 2 lewat dan Reyhan belum juga datang. Padahal sekolah Reyhan pulang 1jam lebih awal ketimbang skolah Reena, jadi harus'a sepupu'a itu sudah sampai.
Reena mndongak ktika mndengar riuh rendah suara siswa2 SMA Putra yg baru pulang. Reena trsenyum sndiri. Mungkin cowok itu ada diantara ratusan siswa yg baru pulang itu. Kalaupun ada, pasti sulit mnemukan'a. Tidak mungkin kan ada kebetulan dan cowok itu tba2 muncul di depan'a? Hmm, padahal Reena ingin brtemu lagi. Kalau dihitung2, sdah hampir 1 stgh bulan sjak pertemuan pertama mereka. Akan tetapi Reena masih saja teringat dgn cowok itu. Mungkin krna ia penasaran dan belum smpat brbicara dengan cowok itu. Sehingga ia blm mngetahui pribadi cowok itu.
Saking asik'a dgn pikiran'a, Reena tdak mnyadari kalau Reyhan sudah datang. Cowok itu mmbunyikan klakson'a bbrapa kali tapi Reena ttap brgeming. Terpaksa Reyhan turun dan mnghampiri Reena.
''Hoi!''Reyhan mnegur sambil mnjentikkan jari ddpan wajah Reena. ''Bumu memanggil, Reena.''
Reena mngerjap kaget. ''Eh, kapan datang?''tanyanya
''Beberapa menit lalu. Kamu ngelamunin apa sih? Sampai aku klaksonin tapi gag sadar2?''atnya Reyhan
''Gag mikirin apa2 kok,''sahut Reena buru2. Ia brdiri dan mmbersihkan rok'a.
Reyhan mncondongkan tbuh'a dan menatap Reena curiga. Matanya sejajar dengan Reena krna Reena brdiri di atas trotoar. Lalu Reyhan mngalihkan tatapan'a ke arah SMA Putra.
''Hmm..mana Cowok Aneh itu? Vicky bilang dia anak SMA ini,''kata Reyhan
Reena lngsung mnggamit lengan Reyhan dan mnarik'a kembali ke mobil. ''Nggak usah bahas itu deh! Jangan2 kamu minta jemput karena penasaran ya?''kata Reena
Reyhan tdak melawan. ''Bukan cuma aku, Ree. Vicky, Jimmy, Choky dan Yogi semuanya penasran!''sahut'a.
''Yee, kenapa gitu? Lagian aku juga gag kenal sama cowok itu!''Reena sewot.
''Biarpun gitu, tiap serangga harus dibasmi!''tegas Reyhan
Reena brhenti dan mnatap Reyhan dengan jengkel. Ia sdh brdiri dsamping pintu mobil dan kini ia brkacak pinggang.
''Dasar nyebelin! Jelas aja aku nggak punya pacar! Pasti kalian biang kerok'a kan???''
O.owwh.. Reyhan meringis mndengar tuduhan Reena. Dia keceplosan. Dan sekarang Reena tau apa saja yg ia dan yg lain'a lakukan untuk mnjauhkan Reena dri stiap cowok yg mndekat. Ditambah lgi sekarang cewek itu ngambek. Waduh, bisa jadi tontonan umum nih! Reyhan buru2 mnta maaf dan mmbukakan pintu untuk Reena. Dia merayu, mmbujuk, bahkan nyaris mmaksa Reena agar mau masuk ke mobil. Bbrapa pasang mata sdh mulai mmperhatikan kehebohan kecil yg mreka buat.
''Aku gag suka kalau slalu di perlakukan kayak anak kecil! Aku kan udh 17tahun!''kata Reena jengkel
''Ree, ultahmu masih 2 minggu lagi,''Reyhan mengingatkan. Tindakan bodoh pastinya krna malah mmbuat Reena makin jengkel.
''Bodo amat! Yg jelas aku bukan anak kecil lagi! Kalian nggak bisa mngatur siapa aja yg boleh aku dekati!''sahut Reena
Kmudian Reena mnepiskan tangan Reyhan, mnolak dibukakan pintu. Ia mmbuka pintu mobil Reyhan dgn kasar. Tau itu adalah mobil kesayangan Reyhan. Reyhan cuma bisa meringis dan mmutar untuk masuk ke sisi pengemudi.
Ketika itulah tatapan Reena tak sengaja beradu dengan tatapan lain. Tatapan seorang cowok yg bbrapa mnggu ini terus diingat'a, yang saat ini brdiri hanya skitar 10meter jauh'a. Panggilan Reyhan mengalihkan tatapan Reena dri kontak mata itu. Dengan sangat tdak rela Reena masuk ke dalam mobil, tak lupa mmbanting pintu mobil'a, kmudian duduk cemberut.
Ketika mobil mulai melaju, Reena kmbali menatap ke tmpat trakhir Reena melihat cowok itu. Entah kenapa Reena mnangkap kesan kecewa dri tatapan itu. Kenapa ya? Entah kenapa Reena tak bisa mngabaikan'a begitu saja. Ia sampai mnoleh ke blakang, namun cowok itu sdh pergi..

***

David baru saja mngusulkan untuk ke game center spulang skolah itu, yg langsung di tolak mntah2 oleh Anthony. Kmudian dgn pantang mnyerah David kembali mngusulkan untuk cari makan. Yang lngsung disambut jitakan kanan kiri oleh Anthony dan Andreas. Soal'a blm ada sejam yg lalu mreka sudah menjamah 3bungkus keripik pedas dan 5 buah pisang goreng di kantin tadi.
David langsung komplain dan mminta usul dri teman2nya. Ketiga'a lngsung sibuk mikir. Saat lagi sibuk2nya mikir, pandangan Andreas justru teralihkan oleh sepasang cowok cewek yg sdang brdebat tak jauh darinya. Andreas geleng2 kepala. Itulah jeleknya punya cewek yg suka mnuntut. Kerjaan'a pasti marah2. Lihat cewek itu, dia berkacak pinggang. Pasti cowok'a trlambat datang sehingga ia harus mnunggu.
Andreas mnghela napas. Lagi2 teringat Cewek itu. Andai ia sudah brkenalan dgn cewek itu, mungkin saat ini dirinya bsa pulang brsama dgn Cewek itu. Kalau cewek itu, Andreas yakin pasti bukan tipe cewek posesif, malah mungkin justru Andreaslah yg akan brsikap posesif. Meskipun Andreas takkan keberatan dgn sikap Cewek itu.
Membayangkan hal itu mmbuat Andreas trsenyum getir. Astaga, kenapa ia bisa bgtu trgila2 pada Cewek yg bahkan tdak ia ketahui nama'a? Dia pasti sdh sakit. Iya, sakit cinta! Sakit paling akut yg blm ada obatnya sampai sekarang.
Andreas hendak mmalingkan wajah'a ketika pasangan yg dilihat'a tdi beranjak ke mobil. Andreas brkedip bbrapa kali sebelum benar2 yakin akan apa yg baru dilihat'a. Itu dia! Cewek yg slama ini mrusak sirkuit otak'a shingga tdak bsa mmikirkan hal lain'a. Jantung Andreas seakan berhenti berdetak ketika tatapan cewek itu brtemu dgn tatapan'a. Dilihat dari mata yg sdikit mmbelalak itu, Andreas asumsikan kalau Cewek itu jgan msih ingat sgn'a. Dunia serasa berhenti berputar dan Andreas trpaku. Andreas nyaris melangkah ke tempat Cewek itu, ketika Cewek itu brpaling dan mnengok ke dalam mobil.
Sebuah knyataan mnghantam Andreas. Seperti berton2 batu marmer yg dijatuhkan keatas kpala'a. Cewek itu tdak sndirian. Ia brsama seorang cowok. Dan mrekalah yg tadi Andreas perhatikan! Hati Andreas seketika mncelos. Tatapan'a trus trpaku pada cewek itu. Dan spertinya cewek itupun masih mnatap'a dari dalam mobil, mski Andreas tdak yakin. Apa yg ia rasakan?
Cewek itu sdh punya pacar, sialan! Kamu gag punya kesempatan lagi. Sia2 slama ini kmu brharap. Sekarang kamu ktemu dia lagi dan trnyata dia mmang sudah punya pacar! Andreas trpaksa mnelan keinginan'a untuk tertawa. Btapa ironis'a ini. Sial, dia cowok! Nggak mungkin menangis hnya krna cewek! Apalagi cuma krna patah hati!
''Woi, Yas, stuju gag? Kita mau ke toko musik nih!''kata2 David mngembalikan ksadaran Andreas, yg sejak tdi tatapn'a mngikuti mobil cewek itu.
Andreas melambaikan tangan'a dan berbalik pergi. Ia tdak bsa bcara skarang, tdak jika ia hnya akan berteriak frustasi.
Anthony dan David saling pandang. Kmudian keduanya mnyusul Andreas.
''Nah, dia knapa?''tanya David bingung
''Diam biasanya dia lagi nahan emosi kan?''sahut Anthony
''Apa yg bikin dia kecewa?''tanya David tak mngerti.
''Belakangan ini yg dia pikirin kan soal Cewek itu, bsa jadi ini juga ada hubungan'a dgn cewek itu!''sahut Anthony
''Apa hubungan'a? Kita kan gag lagi ngomongin soal itu?''David mulai senewen. Dia mulai muak dgn perkara Cewek Tanpa Nama ini, yg sdah mmbuat teman'a jdi aneh. Kalau mmang bsa, David pasti akan mnyeret cewek itu ke hadapan Andreas. Lengkap dengan pita besar kalau perlu!
''Jangan2 tuh cewek tadi disini?''kata Anthony pelan, ia tampak brpikir keras. ''Ya! Bisa jadi! Dan ada ssuatu yg bikin Andreas langsung down!''kata cowok itu sambil mnjentikkan jari.
''Tuh cewek dijemput cowok??''tebak David. ''Ehh,berarti tuh cewek anak sini donk??''
Anthony mngangguk2 yakin. ''Pastinya!''
David brdecak2 sembari mnggelengkan kpala'a. ''Kasihan Andreas. Belum apa2 udah broken heart duluan,''kata David brsimpati. Mmperhatikan ktika Andreas mninggalkan parkiran dgn motor'a..

YOU AND I #6
Sibuk, sibuk, dan sibuk! Vicky, Jimmy, Choky, Reyhan dan juga Yogi sibuk mondar-mandir merapikan halaman blakang dan samping rumah Vicky guna mmpersiapkan ulang tahun Reena yg ke-17 akhir pekan ini.
Reena brkeras mminta pesta kebun krna lebih santai dan tdak mmakan bnyak biaya. Reena mnolak smua usul kakak dan spupu2nya yg ingin ultah Reena diadakan di hotel brbintang. Sgala macam rongrongan yg datang langsung diabaikan oleh Reena. Ia masih kesal dgn para cowok itu. Pesta di hotel mewah? Didampingi 5 bodyguard yg akan mnjauhkan Reena dari cowok2 yg akan diundang'a? Trima kasih, tapi Reena mmilih tidak. Jadi Reena memilih pesta kebun dan kdua orangtua'a setuju.
Maka dari itu, siang itu spulang skolah dan stelah smua spupu'a brkumpul dirumah (Reena curiga Vicky, Jimmy dan Choky kabur kuliah), mreka lngsung brgotong royong mngatur tata letak pot2 tanaman di halaman. Dan smua itu HARUS dikerjakan oleh kakak dan para spupunya sbagai imbalan sikap mreka slama ini. Reena ingin pesta yg elegant tapi simple. Mawar'a dirapikan shingga bunga2'a yg sdang mekar bsa terlihat. Meja dan krsi diatur sdemikian rupa, dgn pita2 kain cantik dan helaian kain yg berwarna putih dan biru laut.
Untuk makanan'a, khusus dimasak oleh kathering Mama'a. Dan Reena mnjamin 100% makanan2 itu sangat enak.
Reena trsenyum mnikmati pemandangan d hadapan'a. Reyhan dan Yogi cemong2 blepotan tanah karna mmangkas rumput2 yg tggi. Ada jga Choky yg sok pamer otot mntang2 sering ke gym. Semua tampak mnikmati'a, mski mreka kotor dan brkeringat.
Reena jdi tdak sabar mnunggu hari esok. Reena hanya mngundang2 teman2 dan keluarga saja. Dan bukan hanya itu, Reena mmbebaskan tman2nya untuk mngajak pacar'a dan juga tak mmakai dresscode trtentu. Dan Reena mngharuskan Vicky untuk mngundang Nadia, pacar Vicky. Dan katanya Nadia mau datang dan akan mngajak adik'a yg brnama Andreas.
Akan tetapi, Reena msih trbayang2 dgn tatapan kecewa Cowok Aneh itu. Kenapa cowok itu kelihatan kecewa? Apakah krna ia brpikir Reyhan dan Reena pnya hubungan spesial? Kalau iya, Reena akan segera mmbunuh Reyhan krna mmbuat orang2 brpikir sperti itu! Gara2 itu kesempatan Reena dapat pacar jdi hilang! Krna Reyhan senang skali brsikap seolah2 ia pacar Reena di hadapan orang lain. Dan jika kali ini Cowok itu mundur teratur gara2 hal itu, Reena akan mmboikot Reyhan, Choky, Jimmy atau pun Yogi untuk tdak brada di dekat'a. Stidak'a dalam radius 5 meter!

***

''Yas, kamu mandi gih! Sbntar lagi makan malam siap lho!''kata Nadia mmbangunkan Andreas. Ia mnarik selimut yg mnutupi tubuh adik'a. Heran krna skarang adik'a itu jdi sering mngurung diri di kamar. Kalau tdak tdur dan malas2an, maka Andreas akan mnggetarkan seluruh dinding rumah dgn volume tape yg gila2an. Tampak'a adik'a sedang uring2an.
Sbgai reaksi dri tindakan Nadia tadi, Andreas cuma mngerang tapi tdak mau bangun.
''Andreas, bangun! Nanti kmu disiram sama mama lho!''kata Nadia
''Duh, aku males, kak,''sahut Andreas mnggerutu.
Nadia duduk di tepi tmpat tdur Andreas. ''Kamu knapa sih? Kalau ada masalah, ya, diomongkan,''kata Nadia sabar
''Gag ada apa2,''sahut Andreas
''Gag ada apa2 tapi knapa kamu kayak gini?''sahut Nadia. ''Apa ini ada hubungan'a dgn cewek yg kamu cari2 itu?''
Andreas mngerang dan berbalik hingga telentang. Ia mnatap kosong ke arah langit2 kamar'a.
''Dia udah punya cowok,''kata Andreas pelan
''Kamu tau darimana? Bisa jdi itu saudara'a kan?''tanya Nadia
Andreas mndengus. ''Mana ada saudara yg mesra kayak gitu?!''
''Jadi critanya kamu patah hati? Gitu?''goda Nadia
Andreas merengut dan mnutupi wajah'a yg memerah dgn tangan'a.
''Yas, kamu kan belum knal gadis itu. Nama'a saja tdak tau kan? Kalau sekarang kmu patah hati kayak gag ada hari esok, apa gag trlalu brlebihan?''
Karena Andreas tdak mnjawab, jdi Nadia melanjutkan. ''Kamu ini cakep, masa cuma krna seorang cewek yg bhkan gag kamu knal kamu mndekam disini? Kayak bukan kmu yg biasa'a deh,''kata Nadia.
Stelah hening sjenak, Andreas mntapa kakak'a dgn kening brkerut.
''Jadi mnurut kakak, aku trlalu trpuruk?''tanya'a
Nadia trsenyum. ''Bukan terpuruk, cuma sdikit melankolis! Masih bnyak cewek diluar sana. Kakak yakin kamu akan mnemukan yg cocok diantara'a. Kmu gag selemah itu kan?''
Nadia gag serius, ia cuma ingin mndongkrak semangat adik'a sehingga brhenti mngurung diri. Nadia jga prnah patah hati sbelum'a.. Cuma krna ia trlalu pengecut untuk mnunjukkan perasaan'a, jadi Vicky keburu dsambar cewek lain tak lama stelah cowok itu kmbali single. Krna sedih, Nadia mmutuskan untuk berubah. Siapa sangka bbrapa bulan kmudian justru Vicky yg mndekati'a?
Andreas lngsung duduk tegak dan nyengir pada Nadia. Kata2 Kakak'a mmang benar. Kalau mmang cewek itu punya pacar ya apa boleh buat kan? Dan kalau diingat2 lagi, cewek itu anak SMA Putri. Slama ini mreka cuma dipisahkan sbuah tembok tinggi, dan tdak prnah brtemu. Mungkin suatu saat nanti Andreas akan mngenalkan diri pada cewek itu, dan mngenal cewek itu mski hanya sbgai teman'a.
''Bsok ikut sama kakak ya?''ajak Nadia
''Kemana?''tanya Andreas
''Adik'a Vicky ulang tahun yg ke-17. Kita diundang sama Vicky,''kata Nadia
''Kok aku juga?''tanya Andreas bingung. ''Aku kan gag akrab2 bgt sama Kak Vicky.''
''Kamu ya nemenin kakak, Yas.. Masa kakak datang sendirian? Tega kamu sama kakak?''kata Nadia kecewa. Yang biasa'a akan sukses mmbuat Andreas luluh.
Benar saja, Andreas cuma mnghela napas dan stuju untuk ikut. Nadia lngsung trsenyum lebar dan mncium kedua pipi adik'a.
''Mandi sana! Kamu bau, ihh!''kata Nadia sebelum pergi mninggalkan kamar Andreas.
Andreas merenggangkan tbuh'a dan mnghela napas panjang. Apa boleh buat. Untuk sementara patah hati'a cukup segitu dulu deh. Ini baru Nadia, kalau sampai Mama'a juga tau, Andreas bakal malu dan malah terus2an mndekam di kamar'a. Jadi ia bangkit dan melangkah ke kamar mandi.

YOU AND I #7
Reena sibuk menyambut tamu2nya yg sudah berdatangan. Dia mondar-mandir ke seluruh penjuru halaman rumah'a yg luas. Ia menyapa teman2nya, para keluarga, dan juga entah siapa lagi undangan yg tak ia kenal, mmastikan mreka smua mrasa nyaman dan mnikmati acara'a.
Sementara itu, Jimmy, Choky, Yogi dan Reyhan scara bergiliran mnguntit'a. Tdak kapok2'a mski sdh dicuekin slama sminggu oleh Reena. Dan Reena sadar ia sdng diawasi, mmbuat'a jengkel stengah mati. Untung Mama mau 'mengusir' mreka dengan pelototan galak stelah Reena merajuk.
Setelah itu Reena bebas. Ia mnymbunyikan seringai senang'a. Ia mngobrol brsama teman2nya dan brpindah stiap bbrapa menit sekali. Ia mncari2 Vicky. Kakak'a itu sdah mngundang pacarnya untuk datang dan Reena sudah tdak sabar ingin brkenalan dengan cewek yg bikin kakak'a tdak enak makan dan tidak enak tidur itu.
Reena mncari2 diantara tamu2 yang datang, mengira2 mana yang mungkin kiranya brnama Nadia. Tapi Vicky tdak tampak dimanapun. Kemana sih kakak'a itu? Malahan Reena bertemu (atau ditemukan?) Yogi.
''Nyari siapa, Ree?''tanya Yogi, adik spupu Reena
''Kmu lihat kak Vicky gag, Yo?''tanya Reena
''Kak Vicky lagi ke depan. Katanya mau nunggu seseorang gitu,''sahut Yogi
''Ohh, aku susul deh!''kata Reena dan hendak meluncur pergi, tapi Yogi keburu menahan'a.
''Ehh, mau kemana?? Acaranya snbtar lgi dimulai! Aku disuruh ngajak kamu ke meja depan,''kata Yogi dan mulai mnyeret Reena pergi. Biarpun tinggi mreka nyaris sama, tapi Yogi jls lbh kuat dari Reena. Dibalik sosok cute'a, Yogi tetaplah cowok sejati!
''Tapi, Yo..''Reena hendak mmbantah tapi Yogi sudah trlanjur mnyeret'a. Bertepatan dengan Vicky yg baru saja muncul brsama Nadia dan adiknya.
Choky mnghampiri Vicky dgn senyum lebar dan mnggoda ke arah Nadia. Mmbuatnya mndapatkan hadiah pelototan maut oleh Vicky.
''Acara'a udah mau mulai tuh!''kata Choky
''Iya, aku udah tau,''sahut Vicky. Kmudian beralih ke Nadia dan Andreas. ''Sorry ya, aku harus gabung sama Reena. Kalian silahkan ambil mnum dan duduk ya,''kata Vicky
''Iya, gag apa kok,''kata Nadia. Disambut anggukan Andreas.
''Betul, aku yang jagain deh,''tawar Choky kalem
''Justru kamu yang aku waspadai,''gerutu Vicky. Kmudian pada Andreas dia brkata. ''Kalau dia macam2,''kata Vicky sambil mnunjuk Choky yg mnyeringai, ''Tonjok aja!''
''Siip!''sahut Andreas, lalu mnyeringai sperti Choky
''Awas kamu,''ancam Vicky kpada Choky sblum pergi.
Tak butuh waktu lama, Choky langsung beraksi. Ia mngulurkan tangan'a pada Nadia. ''Aku Choky, sepupu'a Vicky,''kata Choky dgn lagak Don Juan'a.
''Aku Nadia, dan ini Andreas, adikku,''kata Nadia dan mnyambut tangan Choky
Andreas juga melakukan hal yang sama.
Choky lalu mngajak Nadia mngobrol stelah mngambilkan'a minuman di meja prasmanan. Sementara itu, Andreas mmperhatikan ke skeliling. Jadi ingat, pertemuan pertamanya dengan Cewek itu juga di dalam sbuah pesta. Cewek itu mmakai gaun biru. Tampak mnawan diantara semua tamu yang hadir. Begitu manis. Andreas terhanyut ke dalam pikiran'a sendiri sehingga tdak mnyadari keadaan skeliling'a. Entah berapa lama ia melamun, ketika suara tepuk tangan mnggemuruh, ia trsentak dan spontan ikut bertepuk tangan. Ia mmandang kesekeliling. Tampak'a acara tiup lilin dan potong kue sdh slesai.
Tak lama, Vicky kembali dan mngusir Choky. Tapi tentu saja tdak mudah. Akhir'a ia mngabaikan kberadaan sepupu'a itu. Choky terlalu bebal untuk bisa diperintah!
''Nanti Reena mau ketemu kamu,''kata Vicky pada Nadia. ''Mungkin nanti dia akan nanya macam2, tapi kamu abaikan aja. Dia udah biasa sperti itu,''kata Vicky lagi.
''Nggak apa2 lagi. Aku juga pingin bangt ketemu dia. Pasti aslinya lebih manis,''sahut Nadia
''Lebih dari manis,''sahut Choky bangga. ''Dia saudara yg paling disayang. Aku, Vicky, Jimmy, Reyhan dan Yogi rela melakukan apapun asal dia senang!''kata Choky trkekeh. Kemudian mngedip ke arah Andreas. ''Termasuk mengusir serangga pengganggu. Hati2, Yas,''imbuhnya
''Sperti'a kmungkinan'a kecil,''Nadia meringis
''Oh, udah punya pacar?''tanya Choky, mmbuat kaki'a diinjak oleh Vicky
''Belum. Untuk smntara blm mau nyari dulu,''sahut Andreas. Kmudian dalam hati mnambahkan. Baru patah hati, gimana bisa jatuh cinta??
Vicky tiba2 mengangguk ke satu arah. ''Itu Reena,''katanya.
Nadia sdh melihat ke arah yang Vicky tunjuk. Andreas yg tak trtarik sbenarnya sdh brniat melengos saja. Tapi ia pikir tak ada salah'a melihat. Siapa tau memang manis sperti yg dikatakan kakak2nya. Walau blm tentu Andreas trtarik. Kmudian Andreas melihat'a. Seorang gadis tengah brlari2 kecil ke arah mreka. Andreas mrasa ia salah lihat. Astaga, mungkinkah ia sampai berhalusinasi? Sadar Andreas! Cewek itu gag mungkin disini! Lupain dia!
Akan tetapi, semua penyangkalan Andreas lenyap ketika cewek itu brdiri di hadapan'a. Trsenyum manis, mmpertontonkan lesung pipit'a. Mata sipit'a trlihat berbinar2. Dan rambut panjang'a trgerai indah, di hiasi dengan bunga2 kesil sbagai assesoris.
Oh, Tuhan, apakah Engkau brniat mmpermainkanku..? Batin Andreas tak bisa berkata2 lagi..

YOU AND I #8
Reena mngahmpiri Vicky dan langsung mnggayut di lengan kakak'a itu. Ia juga trsenyum ke arah Nadia. Kdua cewek itu saling brtukar sapa sejenak dan saling memuji. Kmudian ketika Nadia akan mmperkenalkan adik'a, barulah Reena mnyadari kehadiran seorang cowok yg brdiri disisi Nadia. Mata Reena melebar ketika mengenali cowok itu. Begitu juga yang dperlihatkan oleh cowok itu. Tampak'a mreka sama2 kaget. Akhir'a, Dewi Takdir bosan juga mmpermainkan mreka. Dan kini kedua'a dipertemukan. Di suasana yang sama sperti saat pertemuan prtama mreka.
Kdua'a sontak trsentak kaget oleh panggilan Vicky. Reena mnatap kakak'a, kmudian beralih pada Andreas. Senyum manis Reena kmbali trkembang.
''Hai. Aku Reena,''kata Reena dan mngulurkan tangan'a.
Andreas yg juga sudah pulih, balas trsenyum dan mnyambut tangan Reena. ''Aku Andreas,''kata'a.
Andreas brusaha keras mngenyahkan senyum konyol yg nyaris mmenuhi wajah'a. Smntara Reena hrus brusaha keras agar tidak brsorak riang dan puas hnya dengan trsenyum lebar.
Andreas mrasa tak percaya. Rupanya cewek yang slama ini dicarinya adalah adik'a Vicky? Reena yg slalu diceritakan oleh kakak'a?? Astaga, dunia pasti sudah tdak beres! Trnyata slama ini mreka benar2 dekat!
Reena tak bisa berhenti trsenyum. Akhir'a ia bisa brtemu lagi dgn Cowok yg slama ini mmbuat'a penasaran. Reena yakin Andreas juga msih mngingatnya. Karna cowok itu tampak sama kaget'a dengan dirinya.
''Kalian udah saling kenal ya?''tanya Choky curiga, matanya mmicing.
Reena dan Andreas saling pandang. Kmudian Andreas mnyeringai dan Reena pura2 bodoh.
''Ree?''tanya Vicky yg juga penasaran
''Kan tadi baru kenalan? Kak Choky dan Kak Vicky gimana sih?''sahut Reena enteng, mmbuat Andreas mnahan senyum
Kmudian datang Jimmy, Reyhan dan juga Yogi. Senyum Andreas lenyap ketika mngenali Reyhan. Tiba2 ia ingat untuk tdak besar kepala. Itu cowok yg brsama Reena dua minngu lalu.
''Wah, wah, wah, ada apa nih??''kata Jimmy
''Ini pacar'a Kak Vicky. Nama'a Kak Nadia,''kata Reena mmperkenalkan. ''Yang itu adik'a, Andreas,''tambah Reena
Nadia trsenyum ke arah cowok2 itu dan meladeni perkenalan mreka satu demi satu. Sementara Andreas cuma trdiam. Bahkan ditengah2 keriuhan itu, diam2 Andreas mnarik diri. Ia mnyingkir dari lingkaran pertanyaan yg diajukan pda Nadia.
Andreas kaget sewaktu mndengar suara Reena sdh ada di sampingnya. Baru disadari'a Reena mnjejeri langkahnya.
''Kok pergi?''tanya Reena ingin tau
''Nggak ada alasan buatku ada disana,''sahut Andreas
''Maaf ya? Keluargaku mmang berisik!''kata Reena smbil meringis. ''Nggak bisa lihat cewek cantik. Mreka pasti nggak terima kalau kakakku bsa mndapatkan cewek scantik Kak Nadia,''kata Reena lagi
''Cowokmu juga?''Tanya Andreas spontan. Kmudian dia mnyesali pertanyaan'a. Ini sih nama'a harakiri.
''Reena mnelengkan kpalanya tak mngerti. ''Cowokku? Yang mana?''
Kepalang basah, jdi Andreas pun berkata. ''Yang pakai kemeja putih,''katanya.
''Ohh.. Reyhan??''kata Reena sambil mngibaskan tangan'a. ''Dia tuh sepupu aku! Mmang dia suka brtingkah seolah dia itu pacarku. Itu supaya gag ada cowok yg brani deketin aku!''sahut Reena santai. Tdak mnyadari efek dari ucapan'a pda Andreas. Andreas merasa sbuah beban berat trangkat dari bahunya dan semangat'a utuh kembali. Thanks God! Trnyata masih ada kesempatan! Dan Andreas lngsung mnyambar kesempatan itu. Dia tdak mau mnyia2kan kesmpatan yg dberikan oleh Dewi Fortuna padanya. Tidak setelah ia sudah bertemu Reena.
''Reena,''panggil Andreas
''Hmm?''sahut Reena dan mnatap Andreas ingin tau.
''Bsok.. mau gag nonton sama aku?''tanya Andreas. Dengan jantung brdebar keras, Andreas mnunggu jawaban dari Reena. Ketika cewek itu trsenyum, Andreas mrasakan ribuan kupu2 terbang di dalam perut'a.
''Tentu aja. Lagian kita udah kebetulan ketemu sbanyak 3kali. Kupikir...''Reena angkat bahu, tak mnyelesaikan ucapan'a. Sebalik'a ia cuma tersenyum.
Ohlala... Andreas serasa terbang ke langit ketujuh! Rupanya Reena juga mngingat pertemuan2 mereka. Kalau ini memang ksempatan yg dberikan Tuhan padanya, tentu Andreas akan mmanfaatkan'a sbaik mungkin. Bahkan jika itu artinya ia harus mrobohkan dinding protective para sepupu Reena. Yang sekali lihat saja sudah tau pasti akan menghalau sebisa mungkin. Tapi Andreas pasti akan berjuang. Susah payah ia akhir'a bisa bertemu dengan Reena. Stelah perjalan waktu yang begitu panjang dan dipermainkan Dewi takdir, ini saat'a Andreas brjuang mndapatkan hati Reena. Lagipula spertinya Reena juga telah memberinya lampu hijau. Andreas tersenyum mmbayangkan bagaimana kelanjutan hubungan'a dengan Reena nantinya.
Di lain pihak, Reena juga tengah memikirkan hal yg kurang lebih sama. Reena tidak sabar mnunggu hari date'a dengan Andreas. Reena memang mngharapkan inisiatif dari Andreas untuk mngajukan ajakan dating. Dan kalaupun cowok itu tdak mngeluarkan inisiatif, maka Reena yang akan mngajaknya duluan! Reena tau trik yang bisa digunakan untuk meluluhkan hati cowok.
Besar bersama para cowok mmbuat Reena ahli dalam urusan mengambil hati. Lagipula Reena yakin Andreas punya prasaan padanya. Ia sudah tdak mau brmain petak umpet lagi. Sekarang stelah bertemu dan berkenalan dengan Andreas, Reena tdak mau donk percintaan'a kacau lagi. Terlebih slama ada kakak dan para sepupunya yg sangat mngganggu itu. Mengingat sudah banyak cowok yang kabur gara2 melihat para pelindung Reena, Reena tidak mau Andreas juga kabur.
Dan Reena akan pastikan para 'bodyguard'a mnjauh sejauh2nya.
''Ambil makanan yuk!'' ajak Reena. ''Mamaku yang masak lho,'' tambah Reena smbil mnarik tangan Andreas ke arah meja prasmanan.
Andreas mnatap lengan'a yg dtarik oleh Reena, kmudian ia trsenyum. ''Everything do yo want, Reena,''kata Andreas
Keduanya pun menuju meja prasmanan sambil brgandengan tangan. Sama sekali tak menyadari tatapan membunuh dari Vicky, Jimmy, Choky, Reyhan dan Yogi dari kejauhan. Wahh, Nadia cuma bisa mmperhatikan ancang2 perang dunia yg akan pecah itu dengan senyum maklum. Spertinya perjalanan Andreas masih panjang untuk bsa di akui oleh para bodyguard Reena..

 
~*THE END*~

1 komentar: